Harianwarta.com Berita Teraktual
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018. Ajang pemilihan kepala daerah yang diikuti oleh dua pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur akan berlangsung hari ini, Rabu (27/6). Pasangan calon nomor urut 1, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah diusung oleh lima partai. Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sedangkan pasangan calon nomor urut 2, yakni Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus atau 'Djoss' diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pertarungan Edy dan Djarot di Sumatera Utara terbilang panas. Mereka menjadi dua pasangan kandidat yang bersaing setelah JR Saragih-Ance Selian digugurkan KPU karena dianggap tak memenuhi syarat pencalonan. Kontestasi Pilgub Sumut juga diwarnai isu kelayakan putra daerah yang menerpa Djarot. Djarot yang berasal dari luar Sumut sorotan. Mantan pemimpin DKI Jakarta itu lahir di Magelang, Jawa Tengah dan sempat dibesarkan namanya saat menjadi Wali Kota Blitar. Perpindahan domisili Djarot menjadi warga Medan belakangan jadi sorotan karena dianggap prosesnya sangat cepat, tak seperti warga lain yang merasa dibuat ribet saat mengurus KTP. Sementara Edy jadi sorotan karena latar belakang dia di dunia militer. Terjunnya eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu di dunia politik sempat dianggap sebagai gejala yang mengarah pada dwifungsi TNI di dunia demokrasi. Edy dalam hal ini telah menjamin bakal menjaga netralitas. Edy-Musa memiliki sejumlah program unggulan demi memenangkan kontestasi politik tingkat daerah kali ini. Secara umum, pasangan ini ingin warga Sumut merasa sejahtera. Caranya, menyediakan sandang pangan yang cukup, rumah yang layak, pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mata pencaharian yang menyenangkan, serta harga-harga yang terjangkau bagi masyarakat. "Hal itulah yang menjadi salah satu dasar saya bertekad maju bersama Musa Rajecksha menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Saya ingin ke depan tidak ada lagi masyarakat miskin di Sumatera Utara yang kita cintai ini," kata Edy beberapa waktu lalu. Sedangkan Djarot-Sihar memiliki program kerja unggulan mengubah citra negatif provinsi Sumut yang selama ini sering dikaitkan dengan perilaku koruptif. Caranya memperbaiki sistem pelayanan kepada masyarakat agar dan transparansi. "Sumut bukan 'semua urusan melalui yang tunai', tapi 'semua urusan mudah dan transparan'," kata Djarot beberapa waktu lalu. Di bidang kesejahteraan masyarakat, Djarot-Sihar bakal menerapkan Kartu Sumut Pintar. 'kartu sakti' ini diharapkan bisa mewujudkan keadilan yang merata dan membantu warga miskin di Sumut. Tiga kandidat Pilgub Sumut merupakan putra daerah. Hanya Djarot saja yang berasal dari luar Sumut. Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah. Djarot pernah menjabat sebagai Wali Kota Blitar. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta. Terkait jumlah pemilih, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sumut menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 9.052.529 jiwa. Para pemilih itu akan mencoblos di 27.478 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Chania

Related Comments

<